Jumat, 08 Oktober 2021

Dampak Positif dan Negatif Pandemi Covid-19

  Dampak Positif dan Negatif Pandemi Covid-19 




        Perkembangan Covid-19 berjalan sangat cepat, yang awalnya hanya berada di china dan kemudian dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru dunia, dan tentu saja juga berdampak ke semua aspek kehidupan, baik perekonomian, pendidikan, dan di bidang kesehatan. Meski demikian, pandemi Covid-19 tak hanya berdampak negatif. Ada juga dampak positif jika dilihat dari sudut pandang yang lain.

    
            Dampak Negatif
  • Depresi
     Pasien COVID-19 juga merasa cemas, takut bahkan Depresi. Rasa takut ini bisa karena belum jelas obatnya maupun kesepian akibat isolasi sehingga tak bisa bertemu keluarga secara langsung, menyesal karena tak mengikuti protokol kesehatan, hingga tak percaya diri akibat muncul stigma penyakit ini adalah aib.

  • Stigma buruk terhadap nakes
    Banyak masyrakat yang memandang negatif bahwa tenaga kesehatan sebagai pembawa virus karena merawat pasien COVID-19.

  • Banyak orang kehilangan pekerjaan karena pandemi
    Di masa pandemi saat ini, banyak perusahaan yang mengurangi jumlah pegawai dikarenakan ekonomi yang kurang stabil, akibatnya banyak orang-orang yang harus kehilangan pekerjaan.


    Kemudian, dampak negatif bagi pendidikan diantaranya :

  • Tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka
    Disaat pandemi Covid-19 seperti sekarang, banyak sekolah-sekolah memutuskan untuk melakukan pembelajaran secara daring. Itu dikarenakan sekolah menjadi salah satu tempat mudahnya penyebaran virus Corona.


    Diantara dampak-dampak negatif tersebut, terdapat juga dampak positif dari pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Baik dari segi kesehatan maupun pendidikan.


            Dampak Positif

  • Kesadaran masyarakat dalam berolahraga
    Kehadiran COVID-19 meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya olahraga, yang harus diikuti dengan protokol kesehatan yang benar, demi mendapat imun yang bagus.

  • Masyarakat lebih peduli 
  Kesadaran dan disiplin masyarakat terjadap pentingnya menjaga kebersihan dan mengikuti protolol kesehatan semakin meningkat. Dan juga banyak kegiatan kemanusiaan disaat pandemi Covid-19.

  • Banyak aplikasi pembelajaran online
    Akselerasi transformasi teknologi pendidikan akibat pandemi covid-19 telah melahirkan berbagai platform program pembelajaran online untuk mendukung pembelajaran yang berani. Banyak program studi online menjadikan pembelajaran lebih efektif. Aplikasi pembelajaran online dikembangkan dengan menyediakan fitur-fitur yang memudahkan pembelajaran online. Seperti Zoom Meeting, Google Meet, Microsoft Teams, dan lainnya.


    Jadi kesimpulannya, pandemi Covid-19 tidak hanya memberikan dampak negatif bagi semuanya, tetapi juga memberikan dampak positif jika dilihat dari segi lain.





Source :

https://www.liputan6.com/














Jumat, 01 Oktober 2021

Review eFootball 2022

 

Review eFootball 2022: Semakin memburuk?





        Konami secara resmi sudah merilis eFootball 2022. Ya, kini konami telah mengganti nama game tersebut menjadi eFootball dari yang sebelumnya adalah PES. eFootball dirilis secara gratis untuk perangkat PC (Steam), Playstation (4 & 5), Xbox (One, X/S), dengan versi mobile akan menyusul. Namun upaya Konami kali ini memperlihatkan kenyataan bahwa waktu mereka untuk bersaing dengan EA Sports (FIFA) semakin tipis.

       Tak sedikit para pemain mengejek kualitas grafis yang di berikan konami ke eFootball 2022. Mereka menganggap game buatan konami tersebut memiliki grafis yang "sangat buruk". Beberapa di antaranya lebih memilih grafik lawas di dalam PES dibandingkan eFootball 2022. 




    Hanya ada 9 persen di antaranya yang memberikan ulasan positif. Itu berarti terdapat sekitar 9.800 review negatif untuk eFootball 2022. Ribuan pengguna lain mengungkapkan berbagai ejekan dan rasa kecewa terhadap game penerus PES ini. Belum ada akses untuk fitur yang selama ini menjadi favorit banyak pengguna, seperti Master League, Become a Legend, atau myClub (yang selama ini menjadi pesaing bagi FUT dari FIFA). Pengguna juga hanya memiliki akses terhadap sembilan klub yang tersedia dalam lisensi yang dimiliki Konami. Barcelona, Manchester United, Arsenal, Bayern Munchen, Juventus, River Plate, Sao Paulo, Corinthians, dan Flamengo.


    Namun sisi positif dari eFootball 2022 adalah pergerakan dan animasi dari pemain di dalam lapangan, Pergerakan dan kecepatan pemain memiliki berat lebih yang membuatnya terasa lebih realistis. Itu di karenakan konami memakai Unreal Engine sebagai basis pengembangannya dari yang sebelumnya memakai Fox Engine pada PES 2021 dan pendahulunya. Dan juga eFootball 2022 dapat dimainkan gratis pada platform Steam.


    Dengan kondisi saat ini, menurut saya memang eFootball pantas tertinggal dari FIFA dan versi sebelumnya yaitu PES 2021. Berikut perbandingan grafis eFootball 2022 dan PES 2021 :







    Kesimpulannya, eFootball 2022 memang memiliki grafis yang kurang dibandingkan dengan PES 2021 dan pesaingnya FIFA 22. Namun terlepas dari itu eFootball kini memiliki animasi dan pergerakan pemain yang lebih realistis karena menggunakan Unreal Engine.






Source :

https://www.90min.com/
https://www.suara.com/
https://www.instagram.com/folkative/